Month Journey, January
Part 1, Missing Note: harap membaca dengan pelan dan perlahan Dimulai dari perasaan yang sulit dideskripsikan. Seperti ada yang hilang, namun entah disebut apa. Ada kebiasaan disapa saat sedih, ada kehadiran dalam suka maupun duka. Namun bingung kemana itu harus berlabuh. Semua itu salah aku juga, karena tidak pernah mengutarakannya. Awalnya, aku fikir lama-lama akan terbiasa hingga akhirnya semalam aku termenung dan menemukan jawabannya. Rindu . Saat itu, aku memulai dengan memanggil asmaNya yang Maha Besar dengan gerakan ritual. Biasanya aku melakukan itu seperti automatis gerakan wajib. Tidak salah. Karena gerakan takbiratul ihram menjadi rukun shalat. Namun sejenak jika kamu melakukannya perlahan disertai tuma'ninah, maka terasa perbedaannya. Itu seperti pernyataan dengan gerakan "bahwa aku adalah hambaMu yang mulai menyapa dengan asma'Mu Yang Maha Besar" Seketika, hati menghangat seperti pertama kali jumpa. Setelah sekian lama tak bersua. Melepas rindu itu nyat...


