Surat Kecil

If u know, u know.... 

Saat itu, aku memilih untuk berjalan lebih lamban. Dengan kecepatan yang lebih lamban, ternyata aku lebih bisa melihat lebih banyak sepanjang perjalanan. Aku menangkap lebih banyak detail dibanding harus terburu-buru. Sehingga aku lebih bisa memaknai perjalanan. Garis start yang ditakdirkan juga masing-masing manusia berbeda. Maka, aku bermohonkan Tuhan untuk mengirimkan surat kecil ini sebagai penyemangat jika suatu hari kamu mampir untuk membaca kisahnya. 

Siapapun kamu, semoga surat kecil ini membawa terang saat gelapmu. Langkah-langkah kecil itu menjadi pijakan kuat dan akhirnya bertemu di ujung impian. 

Teruslah bergerak, meski tertatih hingga kamu lupa bagaimana cara berhenti 

Teruslah berkarya, meski dihina atas banyak kurang, hingga kamu ahli di bidang yang kamu tekuni. 

Teruslah bermimpi besar, meski dicemooh namun bermimpi lebih baik daripada tidak sama sekali. 

Teruslah hidup dengan bahagia, karena senyumanmu kerap kamu lupakan. Bahwa senyummu indah. 

Teruslah berdoa meski bukan hari ini, tapi bisa jadi Allah mengabulkan esok hari hingga kamu lupa bahwa kamu juga pernah hampir menyerah. 

Dibanding banyaknya sakit dan luka yang ditorehkan, aku tetap pada janji bahwa aku yang akan selalu ada di belakangmu dengan banyak doa. Aku yang akan tetap menatapmu dari kejauhan dengan tangan yang terus menengadah untuk kebaikanmu. Caci maki itu luapan emosi yang tidak mungkin aku simpan selamanya jadi ada kalanya aku mengeluarkannya untuk menghapus benci. 

Percayalah, bahwa dalam setiap langkahmu ada doa tulus yang aku panjatkan. Tulus tanpa meminta balasan. Karena aku tahu sesungguhnya kamu tidak sanggup untuk berjalan sendirian. Dan semoga terakhir, SEMOGA TUMBUH BUNGA DI TENGAH RETAKMU. 


Komentar

Postingan Populer