Part 8, Mata Pelajaran
Dari banyaknya pelajaran yang aku pelajari, angka dan data adalah salah satu hate and love relationship yang tercipta. Aku dibuat pusing hingga menjauhi, namun aku kerap terbayang-terbayang karena satu soal yang belum terselesaikan. Andai kata sudah selesai, seringkali aku bertanya, apakah sudah benar? apakah ini jawaban tercepat dan efisien?
Sering kali itu muncul. Dan setelah beberapa lama belajar, berbeda dari jurusan kuliah yaitu manajemen perbankan aku ternyata menyukai segala sesuatu yang berhubungan dengan manusia. Namun manusia sangat kompleks. Sesering apapun aku observe, maka hasilnya tidak akan pernah sama antar satu dengan lainnya. Namun pola perilakunya bisa diprediski.
Kenapa manusia sangat kompleks? Karena banyak sekali variable yang mempengaruhi perilaku manusia baik internal maupun eksternal. Itu sebabnya, dalam keluarga seorang anak didik dengan baik namun lingkungan sekolah sang anak bisa sangat mempengaruhi dan merubah seseorang. Makanya, kerap kita temui seorang ibu mengeluhkan anaknya yang berubah pasca masuk SMP misalnya.
Ya benar, dibandingkan juga dengan ilmu hubungan antar manusia, aku lebih menyukai ilmu tarbiyah. Atau dalam bahasa kita sebut ilmu pendidikan. Bagaimana seorang manusia lahir dan diciptakan dari segumpal darah kemudian menjadi daging dengan tulang dan otot. Kemudian masuk ke fase kelahiran, dimana seorang anak bayi, inderanya belum berjalan dengan normal. Dari indera penglihatan dan pendengarannya yang masih di angka 40%, dia belum mengenal suara dari orangtuanya. Namun cukup sensitif saat dilakukan kontak awal fisik dengan sang ibu.
Maka Maha Besar Allah dengan segala ciptaanNya. Bayi yang tidak mempunyai indera yang normal namun tahu arti berjuang. Dia tidak sempurna kala itu, namun instingnya tidak pernah tumpul untuk pelekatan awal dengan ibunya. Dia bergerak maju terus sebagaimana ia berjuang untuk menjadi pemenang pada kontes pembuatan awal manusia. Dan nyatanya, insting itu tidak pernah tumpul sacara fitrah pada diri-diri kita. Asah lagi dan lagi.

Komentar
Posting Komentar