Part 2, Kelebihan

Berada di tengah-tengah. Lebih sering netral dibandingkan unggul atau dibawah rata-rata. Bisakah itu disebut dengan kelebihan? 

Pernah mendengar pepatah Arab, "Sebaik-baiknya perkara adalah tengahnya." 

Salah satu kelebihan yang aku miliki saat ini, tidak menonjol tapi bukan di paling bawah. Tidak paling cantik tapi bukan terburuk yang bisa kami pilih. Tidak yang paling pintar namun bukan yang paling bodoh. Karena setiap masalah yang kamu miliki, aku ikut berkontribusi untuk memikirkannya. 

Panasnya masa kampanye terasa saat ini. Oleh karenanya, aku ingin ikut meramaikannya. Beberapa kelebihan yang bisa kamu jadikan pertimbangan untuk memilih aku atau peserta lainnya. 

1. Aku mudah mengerti, sehingga aku patuh terhadap apa-apa yang sifatnya rasional. Aku memberi saran agar kamu memiliki banyak referensi karena setiap kata yang terlontar nantinya mempunyai landasan. Aku akan banyak bertanya jika pendapatmu tidak sesuai dengan logika maupun syariat. 

2. Aku tidak patah semangat, namun aku kerap mengeluh. Tetap akan dikerjakan hingga selesai walaupun dibarengi dengan tangisan. Aku rasa tangisan kerap kali refleksi dari kekecewaaan entah kecewa terhadap diri sendiri atau keadaan terjadi diluar kendali. 

3. Aku banyak bercerita sehingga kerap dianggap komunikator yang baik. Bisa bercerita kepada orang yang baru dikenal. Atau bahkan kerap mendelegasikan hal-hal yang tidak sanggup jika dikerjakan sendiri. Jadilah pendengar yang baik dan aku akan melakukan hal yang sama. 

4.  Aku berada di keluarga yang cukup baik secara edukasi, materi maupun agama. Percayalah bahwa warisan yang paling berharga bukan hanya tentang harta, tetapi pendidikan yang baik, tutur kata yang sopan, akhlak yang mulia itu bisa menjadi modal yang diturunkan kepada keturunan kita. Maka benar, orangtua adalah cermin dari seorang anak.

5. Aku orang yang fair, kamu baik maka aku akan memperlakukanmu dua kali lebih baik. Begitu pula sebaliknya. Aku menilai berdasarkan apa yang kamu lakukan dan apa yang kamu beri. Aku mudah berterima kasih dan jatuh hati terhadap perlakuan baik dan sopan. 

Jadi, apakah aku bisa menjadi pilihan hatimu? Sejauh mana hatimu mantap dan berlabuh untuk sesaat atau selamanya? 

Memang tidak mudah, mencintai diri ini. 

Namun, aku berjanji. 

Akan mereda semua semestinya. 

Menurutmu apa benar, saat ini kau masih mencintaiku. 

Menurutmu apa yang bisa dicintai dari diriku? 

Bukan apa hanya bersiap tak ada yang tahu

Komentar

Postingan Populer