Surat Untukmu Nak

Nak, satu hal yang aku syukuri adalah terlahir menjadi seorang anak dari ibu yang bernama Sunarsih. Iya benar itu nama nenekmu yang rupawan nan pemberani. Ibu belum pernah melihat seorang wanita sekuat dirinya.

 

Bukan hanya berani yang ibu kagumi dari nenekmu, tapi parenting yang ditanamkan kepada anak-anaknya. Tidak mungkin ibu mengerti apa itu rasa syukur dan sabar jika tidak bermuara darinya. Nenekmu juga menanamkan tauhid karena jujur, syukur dan sabar berasal dari iman.

 

Jika kamu nanti membaca tulisan ini, ibu menulis karena grup whatsapp yang membicarakan tingginya sebuah harga pendidikan di bangku sekolah. Ibu juga ikut kaget karena nyatanya bangku pendidikan ikut membayar koneksi dan juga lingkungan.

 

Semua orangtua menginginkan yang hal terbaik untuk anaknya, maka tidak heran sekolah terbagus yang dipilih. Mereka bekerja siang dan malam, menguras tenaga dan fikiran demi bekal kehidupan. MasyaAllah, semoga usaha keras menjadi ladang jihad sendiri.

 

Tapi tahukah nak, ibu juga ingin memberikan yang terbaik untuk dirimu. Ibu bersyukur sudah melewati usia 20an dengan penuh pengalaman menarik dan hebat. Cita-cita ibu adalah meneruskan parenting aqidah dan iman itu kepadamu sejak di kandungan. Ibu ingin menjadi sekolah pertama untuk kamu, ibu ingin lebih banyak ilmu dan pengetahuan agar semua pertanyaan darimu bisa terjawab. Agar semua yang kamu tahu itu dari kedua orangtuamu bukan dari orang lain. Dan setelahnya, silakan merantau dan mencari ilmu sebanyak-banyaknya karena satu referensi untuk hidup di dunia agar selamat di akhirat tidaklah cukup.

 

Ibu berharap kamu bisa menceritakan semua hal yang kamu alami. Sehingga kami (ibu dan ayah) menjadi saksi perjalanan hidup kamu. Maka, ibu harap banyak waktu kebersamaan yang akan kita lalui bersama. Jangan sungkan untuk berbagi pilihan dan pendapat selama itu dilandasi oleh dalil yang kuat. 

Komentar

Postingan Populer