Waktu yang Bermanfaat, Masa Rehat
Hampir satu
bulan dirumahkan.
Setelah lebih
dari lima tahun menjadi bagian dari Aksi Cepat Tanggap, satu bulan yang dilalui
seperti masa rehat. Ada naik dan turun pada emosi. Ada tangis, ada sukanya. Ada
keluhan ada kebanggaan karena banyak waktu yang bisa dimanfaatkan.
Jika sedang
turun, menangis hal yang wajar. Kemudian segera mengadu kepada sang Pencipta,
meminta banyak hal dan kembali percaya bahwa tidak ada permohonan yang tidak
ditunaikan. Karena sesungguhnya Allah selalu menepati janjinya. Hanya kurang bersabar
dan banyak kurang waktu untuk bercengkrama.
Saat mengeluh,
Allah menyelipkan rasa sayangnya melalui banyak kisah orang sukses yang lahir
dari kepahitan, dari banyaknya kegagalan namun tak pernah putus asa, dari
cerita orang yang melupakan air matanya dan kini ia yang menghapus tangis orang
lain. masyaAllah sebegitu indah kasih sayang Allah.
Kadang juga
berfikir, karena masa rehat ini aku banyak belajar. Banyak belajar bagaimana
jika aku menjadi seorang istri yang harus full di rumah, pekerjaan apa saja
yang harus dikerjakan secara rutin. Menu apa saja yang bisa dicoba sehingga
bisa disajikan untuk suami kelak. Atau sekedar mencoba membuat konten dan
mencoba hal baru yang mungkin saja gak bisa dikerjakan jika bukan saat ini. Bahkan
aku bisa menyelesaikan sebuah mini case study dari course singkat tentang data
analytics.
Alhamdulillah
ala kulli haal. Mari kita nikmati hari-hari ini yang mungkin segera akan
berganti dengan kegiatan baru lainnya. Mari kita syukuri semua hal yang mungkin
saja didamba-dambakan posisinya oleh orang lain.

Komentar
Posting Komentar