Pentingnya Adab Saat Menuntut Ilmu
Good
morning
Pagi ini
seharusnya aku sudah dalam perjalanan menuju kantor atau bahkan sudah rapi di
atas meja. Salahnya aku tidak melakukan pemeriksaan ban secara berkala yang
berujung pada ban motor yang kurang angin. Ada satu acara yang harus dilakukan
di kantor hari ini. Guna meminimalisir terjadinya issue yang lebih banyak
nantinya, aku paksakan untuk tetap berangkat ke kantor lebih siang menunggu
bengkel buka.
Nanti malam
ada kelas binar lagi. Selama di kelas aku lebih banyak diam karena memang aku
belajar menggunakan metode audio. Jadi selama gurunya menerangkan, aku akan focus
untuk mendengarkan. Hari ini masuk keempat kalinya yang dimulai pada awal Ramadhan.
Rasanya seperti kembali ke bangku SD. Aku akhirnya melihat persaingan setelah
selama ini pasrah dengan keadaan.
Aku menemukan
kembali hal yang menantang selain pergi naik motor ke daerah-daerah terjal. Aku
menemukan perlombaan dengan garis finish. Ada beberapa tujuan yang ingin aku
capai seperti bisa menjawab pertanyaan dalam kelas, tidak terlihat bodoh serta
menguasai materi, lebih pintar dari murid muda lainnya atau setidaknya aku jauh
lebih mempunyai ilmu dibanding sebelumnya.
Alhamdulillah
ala kulli haal. Karena jujur sudah lama sekali aku tidak memiliki ambisi dalam
hidup. Ternyata mempunyai beberapa target sangat menyenangkan karena kita tahu
apa yang harus kita tuju. Kita berjalan sesuai dengan pijakan yang pernah
dilakukan oleh orang yang lebih hebat. Tahukah kamu, aku sangat bangga pada
diriku sendiri. Terima kasih diri, kamu sudah berusaha untuk menjadi lebih baik
dari hari sebelumnya. Semoga pelajaran yang bisa diambil bukan hanya tentang
materi tapi adab dan etika lainnya saat kamu menemukan dirimu dalam keadaan
kosong dan bodoh. Selamat belajar dan menjadi pembelajar setiap hari.
Oiya hampir
lupa, sedikit menyelipkan kosakata yang baru aku temui di kelas Enginering dari
Binar Academy yaitu Cardinality. Cardinality adalah hubungan antar entitas (table
data) yang digunakan pada pembuatan ERD (entitas relationship diagram). Bentuknya
beragam ada yang “many to one”, “one to one”, “one to many” and “many to many”.
‘many to many” bisa diterapkan pada contoh kasus product customer karena 1
produk bisa dibeli oleh beberapa customer dan 1 customer bisa membeli beberapa
produk.
Next bahas
apalagi ya?

Komentar
Posting Komentar