Waktu Yang Tepat
(7:34)ولكل أمة أجل فإذا جاء أجلهم لا يستأخرون ساعة ولا يستقدمون
Dan setiap umat mempunyai ajal (batas
waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau
percepatan sesaat pun.
Semua yang bertemu akan berpisah.
Dipisahkan oleh waktu, jarak dan takdir.
Semuanya sudah diatur.
Menunggu di batas ruang waktu.
Iya, hanya menunggu waktu yang
tepat.
Dan berpisah kini identik dengan
hilang dan berubah.
Berpaling ke arah lain, tidak
ingin melihat kenyataan yang ada. Berusaha memperdaya diri untuk menerima. Ku rasa
toleransi sakitku rendah. Terlihat kuat padahal sangat rapuh.
Percayalah, berpisah merupakan
sunnatullah, yang cepat atau lambat tidak pernah bisa dihindari. Mau tidak mau,
penerimaan adalah langkah awal bahagia. Ikhlas kata orang-orang dan sabar untuk
dijadikan obat tiap helaan nafas agar semua terasa lebih mudah.
Kini setiap kita ada yang sedang
berjalan atau mungkin berdiri di batas ruang tunggu dari “waktu yang tepat”.
Jangan terlalu sedih walaupun airmata tak akan habis hari ini menangisi dari
sebuah perpisahan. Apa mungkin langkah hari ini mengurangi jarak dari “waktu
yang tepat?” Sudah pasti…


Komentar
Posting Komentar