At My Worst, it is a song?

 

Suatu saat aku pernah bertanya-tanya. Saat itu aku sendirian termenung. Mengapa ibuku tidak mempercayai pilihanku. Padahal jika dirasa menggunakan perasaan, dia sosok yang cukup baik. Aku tidak akan menjelaskan secara detail, karena seseorang mungkin saja menjadi pembaca setiaku. Hatinya lebih baik aku jaga sebagaimana ia menjaga perasaanku.

Jawabannya, pilihan keinginan dan kebutuhan.

Mungkin, aku berharap ia yang kurang peduli, tidak banyak bicara, tidak perlu menghubungiku apalagi membela disaat aku sulit. Tetapi, ternyata itu bukan kebutuhan aku. Ternyata yang aku butuhkan seseorang yang selalu ada saat susah dan senang, yang menerima dengan sebaik-baiknya penerimaan, yang mau mendengar dan menjadi lebih baik, dan hal-hal kecil lainnya yang tidak bisa aku sebutkan satu persatu.

Kita tidak pernah sempurna, bahkan jauh dari kata sempurna. Tapi mungkin ini waktunya untuk tumbuh bersama saling menurunkan ego dan menjaga satu sama lainnya. Biarkan aku menjadi sosok yang lebih pengertian, bijak dan sabar agar kebaikan itu bisa menginspirasi lebih banyak orang lagi. Dan biarkan dia bertumbuh dewasa agar menjadi imam yang baik untuk “kita” kelak.

Banyak ucapan terima kasih yang ingin aku sampaikan, bahwa aku sangat beruntung bertemu dengan seseorang yang menjadikan aku dunianya. Dan mungkin dia tidak bisa menjadi duniaku seutuhnya karena memang calon ibu tidak bisa lepas untuk memikirkan anak-anaknya kelak.

I need somebody who can love me at my worst,

Since only you, nobody new I put u first,

-pink, at my worst-

Tertanda seseorang yang bersyukur, Alhamdulillah.

Komentar

Postingan Populer