Siapa yang berhak menilai?



Penilaian manusia menciptakan perbedaan. Menciptakan banyak istilah diantaranya: cantik, buruk, gendut, kurus dan lainnya. Sementara Sang Penciptanya tidak membedakan hambaNya dengan istilah tersebut sebagaimana firmanNya, “ Dan telah kami ciptakan manusia dengan sebaik-baiknya penciptaan”.

Kemudian banyak manusia lebih percaya akan perkataan manusia lainnya sebagai sebuah penilaian dirinya secara nyata. Mengindahkan kalam cinta penciptaNya yang berbisik lembut melalui lisan Rasul, “Sesungguhnya Allah tidak melihat fisik seseorang atau jabatan mereka melainkan dilihat melalui hati mereka”.

Maka cinta mana yang layak diperjuangkan? Maka siapa yang sesungguhnya layak memberikan penilaian terhadap diri kita?


Komentar

Postingan Populer