Siapa yang berhak menilai?
![]() |
Penilaian manusia
menciptakan perbedaan. Menciptakan banyak istilah diantaranya: cantik, buruk,
gendut, kurus dan lainnya. Sementara Sang Penciptanya tidak membedakan hambaNya
dengan istilah tersebut sebagaimana firmanNya, “ Dan telah kami ciptakan
manusia dengan sebaik-baiknya penciptaan”.
Kemudian banyak manusia
lebih percaya akan perkataan manusia lainnya sebagai sebuah penilaian dirinya
secara nyata. Mengindahkan kalam cinta penciptaNya yang berbisik lembut melalui
lisan Rasul, “Sesungguhnya Allah tidak melihat fisik seseorang atau jabatan
mereka melainkan dilihat melalui hati mereka”.
Maka cinta mana yang layak
diperjuangkan? Maka siapa yang sesungguhnya layak memberikan penilaian terhadap
diri kita?


Komentar
Posting Komentar