Langsung ke konten utama
Tanpa Foto
Mungkin Sedikit Terlambat
Tapi aku
ingin mendokumentasikannya sebagai pengingat bahwa wabah ini pernah merebak di
Indonesia. Bukan wabah biasa, tapi ini adalah wabah virus Covid 19 yang cukup
memakan banyak korban di belahan dunia. Hingga saat aku menulis artikel ini aku
memasuki hari ke-8 pasca muncul gejala awal yang diasumsikan virus tersebut.
Awalnya,
tenggorokan aku mulai sakit di pagi hari Kamis tanggal 19 Maret 2020. Aku sangat
bersyukur karena hari Kamis adalah hari pertama aku memulai WFH istilah “Work
From Home” karena hampir seminggu naik motor Bogor-Tangsel-Jakarta suka
menguras tenaga sehingga aku tidak perlu hadir di kantor. Belum lagi cuaca
mendukung, banyak genangan air dan juga rintikkan hujan menemani sepanjang
perjalanan.
Kalimat diatas
bisa menjadi pencetus imunitas badan turun di beberapa hari menjelang WFH. Dan kembali
pada keadaan aku hari ini, aku merasa mulai sesak nafas saat aku tidur dengan
sedikit batuk dan sakit tenggorokan. Beberapa titik di tubuh juga ikut menjadi
nyeri sesaat dan sesaat lainnya hilang perlahan. Keadaan ini aku putuskan untuk
sudahi dengan pergi memeriksakannya.
Sesampai di
klinik terdekat, hawa sudah mulai suram. Beberapa pasien batuk kecil dan
lainnya menunggu dengan aroma yang tidak jauh berbeda. Aku mulai gelisah karena
gejalannya agak mendekati dan benar saja. Saat aku masuk ruangan dokter
menyuruhku berjarak hampir satu meter dan segera merujuk agar berangkat ke
dokter spesialis paru. Tatapannya mulai tidak ramah karena selama pemeriksaan
beliau menggunakan helm berkaca untuk menghindari kemungkinan terburuk. Aku sangat
paham bagaimana perasaannya. Setiap orang saat ini ingin menjadi pemenang dari
perang melawan virus jahat termasuk aku.
Segera aku
memutuskan untuk pergi ke dokter spesialis pada rumah sakit terbagus di kota
ini. Dan apakah kamu tahu apa yang aku temui? kenyataan yang cukup lucu tapi
aku sangat paham. Ya, dokter spesialis Paru seluruh mengambil cuti secara
bersamaan. Baik, mari kita berjuang sendiri saat ini untuk menyelamatkan
bangsa. Kenyataan ini perih karena tidak semua pasien dalam keadaan baik-baik
saja seperti diriku yang mampu melawannya. Bagaimana jika pasien adalah pasien
yang buruk keadaannya?
Lekas
sembuh negeriku, lekas kembali membaik sebelum Ramadhan yang kami rindukan.
Ya Rabb,
Engkau Penguasa seluruh dzat, maka tundukkan makhlukMu untuk kami ya Rabb.
Komentar
Posting Komentar