Tanpa Judul



Sehari kemarin aku membaca buku, seharian itu pula seakan positive vibes mengisi daya kembali diri. Efeknya beberapa hal yang menyebalkan terasa bullshit yang terhempas ke langit begitu saja. Ringan.

Hari ini sengaja aku berangkat lebih pagi agar tidak terlambat seperti seminggu lalu. Sesampainya di stasiun pemberhentian macet sudah menunggu. Niat baik kadang tidak serta alam mendukung. Ditambah cuaca mendung dan becek di mana-mana membuat setiap orang berlomba sesegera mungkin mendapatkan transportasi menuju tujuannya. Akibatnya internet masing-masing personal melesat dan membuat perlombaan yang tak terlihat namun terasa karena susah mendapatkan pesanan ojek online. Setengah jam sudah dan ingin merutuk.

Ditambah hati yang merasa bersalah pada seseorang. Sebenernya ini masalah persepsi yang aku yakini bahwa sejatinya orang ini tidak pernah serius. Apa hanya aku yang percaya bahwa hubungan ini akan baik-baik saja dan bisa dilanjutkan? Entahlah… geliat orang ini selalu membuat aku bertanya-tanya dan merendahkan diri sendiri. Seperti dia saja sanggup melewatkan aku, apalagi orang lain. Seperti dia saja sanggup mencemooh diri ini dengan menjadikan diri bahan uji cobanya, apalagi yang lain. Aku sudah berusaha untuk mempercayai tapi terus-terusan dikhianati, aku semakin takut jika diri ini terbiasa sakit dan tidak pernah percaya dengan cinta sejati.

Tapi setelah membaca buku berwarna orange itu aku kembali sadar bahwa ini adalah masalah dan akan terganti dengan masalah lainnya. Kebahagiaan sendiri juga akan hadir saat kita sanggup menyelesaikan satu masalah dan berhenti dengan masalah yang lain. Hanya perlu sadar bahwa hidup di dunia ini akan dihadapkan dengan banyak masalah yang berganti satu sama lainnya. Dan yang perlu selalu diimani bahwa bahagia adalah pilihan. Jika saja aku terus mengutuk keadaan saat ini dan menjadikan sebab telat berangkat kantor setiap paginya, maka setiap pagi aku akan mendapati hal yang sama. Yaitu kesedihan. Jika saja, aku bergantung pada hadirnya setiap hari dengan sapaan manis sudah pasti aku akan sendiri dalam sisa-sisa hari. Maka ingatkan aku untuk bahagia hari ini dan nanti.

Komentar

Postingan Populer