Jatuhku Hari Ini




Hari ke 15 dari bulan januari 2020,
Bukan sedang tidak ada kerjaan yang harus dikerjakan, tapi karena ganjalan dalam hati ini harus dituangkan. Beberapa hari lalu ibuku berkata,”Yuk kita kenalan dengan melati dan keluarganya”. Untuk informasi, Melati adalah nama samaran untuk calon adikku saat ini. Seketika hatiku luluh seperti keju yang terbakar mencair hangat. Aku hanya mengangguk sambil menahan air mata yang hampir jatuh saat itu. Tanpa bermaksud mengurangi kebahagiaan ibu, aku tersenyum

Aku melakukannya karena hal ini menyakitkan untuk aku dan ibu terutama. Berada di titik sudah tidak diinginkan adalah menjadi salah satu titik terendah dalam hidup. Padahal beberapa waktu lalu saat ibu berujar hal yang sama aku berkata hal berbeda, “jika itu terjadi aku bisa apa? Aku memang sakit, perih, kecewa. Tapi bukankah hidup harus menggunakan logika bukan mengedepankan perasaan saja. Setiap orang berhak bahagia. Termasuk adik aku sekalipun. Dan menikah adalah ibadah, maka tidak layak aku pemberat ibadah seseorang. Satu lagi, mungkin ini adalah ketetapan yang Allah”.

Saat menulis ini kembali hati aku hancur kemudian sendiri menguatkan. Begitu berulang hingga aku bosan rasanya. Mencoba percaya pada seseorang saja sudah begitu berat, kemudian harus mempercayai bahwa ini adalah takdir hidup begitu sesak. Setiap malam hal ini terus mengawang dalam fikiran. Ingin rasanya aku enyahkan agar tidur kembali nyenyak, tapi seperti hantu malam yang membuat aku terjaga.

Beberapa hari ini ada sakit lainnya, aku mencari pelarian kepada sosok lawan jenis yang terang-terangan aku suka padanya. Berjalan bersama aku fikir bisa mengubah arah sakitnya. Kamu tau teori yang terjadi pada saat kita melakukan “kerokan”. Pasca melakukannya kamu merasa lebih baik pada sakitmu bukan karena mereda, tapi karena ada sakit yang dilakukan pada bagian lainnya. Hal itu aku lakukan terus menerus hingga sakitnya memuncak. Aku rasa jiwa aku sakit. Hahaha….

Tapi toh kita sama-sama beruntung, aku sakit karena inginku dan dia beruntung mendapatkan teman sekedar jalan pasca kehilangannya. Maafkan aku hari ini, untuk diriku…. Aku tahu ini sakit, tapi aku yakin kita bisa berjalan kembali. Aku yakin kita bisa bangkit, aku yakin ada jawaban terbaik dari Allah yang sedang disiapkan. Aku hanya berusaha yakin sebenarnya.

Komentar

Postingan Populer