Definisi
Tulisan ini bukan ditulis seseorang yang
ahli dalam bidangnya, hanya penulis yang menuangkan sedikit pemikirannya. Tentang
pengkotakan.
Beberapa teman perempuan yang nampak
maskulin sering kali menganggap diri mereka tidak pantas jika melakukan hal-hal
berbau wanita. Nyatanya mereka mempunyai hasrat dan hak yang sama. Mereka mempunyai
definisi dari gender yang mereka dapatkan sebagai sebuah anugerah.
Begitu juga dengan gender lelaki yang
terlihat gemulai dengan sifat alamiah yang lebih sensitive sehingga mudah untuk
menangis. Nyatanya mereka tetap mempunyai sifat egois dan menang sendiri ala
lelaki. Mereka tetaplah lelaki yang menginginkan pengakuan bahwa keberadaan
mereka adalah pemimpin. Terdepan dan selalu dijadikan panutan.
Satu hal yang perlu dicatat, kamu wanita
dan tidak ada yang bisa merubah diri kamu menjadi tidak layak dijadikan sosok
wanita. Kamu pantas untuk mendapatkan perlakuan yang sama dengan wanita lain
pada umumnya. Tidak ada kata yang “kamu laki banget” atau “kamu cewek banget”,
fitrahnya kamu adalah wanita.
Begitu juga dengan lelaki, tidak ada
satupun statement yang akan merubah qodrat kamu sebagai lelaki terlepas dari
perasaan kamu yang lebih lembut atau diri kamu yang mudah tersentuh. Kamu sama
dengan lelaki lain yang mempunyai peran kedepan sebagai pemimpin keluarga kecil
kamu.
Definisi ini yang akan mengantarkan sebuah
keluarga kecil kita dibawa kemana. Kepribadian anak akan terbentuk dari hasil
kerjasama kelembutan wanita dan kemaskulinan lelaki. Karena semaskulinnya
wanita juga butuh pria, dan selembutnya pria akan butuh dilayani wanita. Karena
semaskulinnya wanita di dalam tubuhnya dititipkan anugerah tempat paling nyaman
di dunia, rahim. Dan selembutnya pria di dalam tubuhnya terdapat jiwa mengayomi
yang dibutuhkan untuk melindungi keluarganya nanti.
Pembahasan ini masih awal, semoga penulis
bisa menyapa kembali dalam waktu dekat, InsyaAllah


Komentar
Posting Komentar