Masalah Terurai


Sekarang aku tepat berada di kios yang dalam beberapa bulan ini menjadi tempat usaha yang dipilih oleh kedua orang tua. Di depannya terhampar beberapa toko yang khusus menjual beberapa kain kiloan, kain meteran, atau beberapa barang jadi layak pakai dijual dengan harga miring. Mungkin jika aku tinggal dalam beberapa hari kedepan ini cukup menyenangkan. Namun tidak jika aku diminta untuk memilih. Aku akan tetap memilih untuk memandang dari kejauhan. Ini terlihat aku dengan sifat manjaku. Tetapi itu jika aku dihadapkan pada dua pilihan yang dapat aku pilih bukan?

Mungkin beberapa dari kalian belum mengenal daerah yang kini aku berada saat ini, Cipadu. Dia terletak di daerah Tangerang Selatan dan menjadi salah satu sentral pertokoan yang menjual barang-barang yang telah kusebutkan sebelumnya. Jika kau tidak mempunyai gambaran, maka daerah ini seperti pasar tanah abang. Namun bedanya, tidak sepadat dan semerawut disana.

Tepatnya kios ini hanya seluas 2 x 3 meter, beratapkan seng baja, bersebelahan dengan penjual makanan yang sejak tadi tanpa ada perubahan air wajah, dan tanpa tempat penyimpanan barang. Miris sebenarnya, namun aku yakin kedua orang tuaku lebih bijak untuk mempertimbangkan hal ini. Untuk informasi rumahku berada di Bogor, sehingga untuk mencapai kesini dibutuhkan waktu, tenaga dan biaya yang tidak sedikit.

Untuk mengatasi kendala itu, maka adikku meneguhkan niatnya untuk bertempat tinggal disini. Hanya dengan kasur, dan beberapa harta yang tak sanggup aku menulisnya. Jika kusebut harta maka pasti mempunyai nilai namun jika tidak, ah sudahlah aku tidak sanggup tuk kembali melanjutkan.

Menyambung hal ini aku melihat sebuah status yang secara diam-diam aku menyetujui semenjak aku menginjakkan kakiku disini. Kurang lebih ditulis dalam bahasa inggris dan aku terjemahkan dalam bahasaku “ belajar mungkin bukan tentang semua hal, tetapi menjadi penting ketika kita bukan berasal dari orang berada. Dan terkhususkan persoalan cinta, wanita adalah harta. Namun tanpa harta cinta akan sulit dilakukan”.

Sebelumnya aku kontra dengan pernyataannya bahwa terlalu kapitalis menganggap harta adalah segalanya. Banyak orang meninggalkan tahta hanya untuk mendapatkan cintanya. Ditambah, Allah adalah Tuhan yang Maha Kuasa, Maha Kaya, Maha Pemurah, segala Maha. Maka tiada sulit Allah mengubah keadaan keberadaan seseorang menjadi tiada dengan syarat kita harus mampu untuk merubahnya.  Jadi, dewasa ini kita diberikan pilihan, jadilah orang yang berilmu atau jadilah orang yang punya untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

Komentar

Postingan Populer