Yang rindu lebih berat dari sekedar kangenmu
Yang rindu lebih berat dari sekedar kangenmu
Saking
seringnya teman sebelah meja mengatakan kangen, kata itu menjadi seperti
mantra. Mantra yang terus bergema di pikiran. Bahkan dalam keseharian ia
menjadi trending topik yang layak diperbincangkan. Mendapatkan tempat
tersendiri yang rasa-rasanya akupun ingin menjadi salah satu pelakunya.
Mengutip
dari percakapan teman sekantor, “ Rasa kangen itu curang, ia tidak pernah
berkurang. Yang ada dia terus bertambah tanpa tahu kapan habisnya?”. Adapula teman lainnya yang bergumam, “aku tak
lagi bisa membedakan mana Rindu mana mati rasa. Karena kini aku tidak bisa
membedakan mana keduanya, aku telah bebal”.
Itu
definisi dan refleksi dari kangen sendiri dari banyak teman-teman kantor yang
aku temui. Aku sendiri pernah merasakan apa kangen. Rasanya saat bertemu dan
diberi kesempatan untuk mengutarakan isi hati, maka tumpah semua. Bahkan air
mata yang sejak tadi menggenang satu persatu mulai turun karena berdesakan di
pelupuk mata.
Aku
rasa aku perlu membedakan antara kangen dan rindu. Jika kangen terlalu ringan
diucapkan, maka untukNya aku akan mengucap rindu. Karena rindu rasanya lebih
dalam daripada apapun yang berada di dasar lautan yang gelap. Ia lebih berat
dari sekedar menunggu. UntukMu ketuliskan rindu.
Ya,
di malam itu. Terbangun, kemudian bersamaan dengan turunnya air hujan maka
turunlah air mata ini. Mungkin aku terlalu lemah selama ini dengan melupakan
keberadaannya. Dimana aku selalu merasa akan baik-baik saja tanpa harus pernah
mengingatNya. Padahal diri ini bukanlah apa-apa tanpa ada sandaran. Harus kuakui
bahwa aku terlalu angkuh.
Ia
kembali mengingatkan padaku bahwa merinduNya merupakan salah satu keberkahan
akan rasa. MerinduNya merupakan jalan terbaik agar hatiku makin tenang. MerinduNya
merupakan rasa rindu terbaik yang pernah aku temui. MerinduNya merupakan rasa
yang tak pernah ku rasa sendiri dan selalu berbalas. Maka rindu mana lagi yang
bisa membuatku sebahagia ini. Tangisku bukanlah percuma, karena Ia pun selalu
merindukanku.
Darimana
kejumawaanku itu berasal?
Salahkan
pada rasa yang rindu yang membuatku semakin nyaman, tenang dan bahagia. Rasanya
seperti bertemu dengan kekasih yang pernah berada di singgasana hati dan
kemudian berbaik hati membuka lebar bahunya untuk merengkuh. Seperti itu aku
tak ingin melepas peluknya. Begitupun pelukNya yang akan selalu kuingat penuh
kehangatan dan erat.
merinduMu
ya Rabbi
selalu
ingin menjadi kekasihMu
selalu
ingin disayangMu
karena
hanya Engkau yang mengerti artinya penantian, menghamba dan pengharapan
hufh,
sesi curhat kali ini tentang kangen dan rindu akan kuakhiri. Aku harus kembali
pada rutinitas siang ini. Berharap semoga semakin banyak rasa yang bisa
kuceritakan nanti. teruntukMu rinduku walaupun ku tahu terlalu hina untuk
mengucapkan rindu ^^

Komentar
Posting Komentar