Toilet
Toilet's Talk, Hari Ini Kantor Sepi
Para pembesar alias bos sedang berada di luar kota untuk kepentingan umat.
Akan tetapi yang akan dibahas bukan tentang kepergian mereka. Justru aku sedikit merasa sepi. Jujur aku adalah tipikal pribadi yang tidak bisa hidup sendiri dan membutuhkan orang lain hanya untuk sekedar menyapa mereka dan menanyakan keadaan mereka saat ini. Tidak penting mungkin untuk mereka bahkan mungkin bisa dimasukan dalam kategori perbuatan yang tidak menyenangkan. Hehe... Terutama saat ini partner kesetiaan dalam pekerjaan sedang berada di luar kota yang sama untuk misi mulia.
Siang tadi bertemu dengan teman lain yang berbeda divisi di toilet kantor. Ada percakapan yang intens dan intim ketika berada di toilet. Menanyakan kegiatan pribadi mereka sampai pekerjaan kantor yang lebih menyenangkan dan luwes untuk dibicarakan di kamar mandi. Aneh memang. Bisa menghabiskan waktu setengah jam sendiri untuk bercakap dengan mereka dan rasanya sangat santai.
Berbeda rasanya bila berada di atas kursi dengan satu meja yang sama dengan mereka menyampaikan ide atau pendapat yang ada di kepala. Aku rasa toilet menjadi ruang tertutup untuk mengutarakan isi kepala secara terbuka. Aku akan berusaha menerjemahkan keasikan saat berada di toilet yang memperbincangkan sebuah pembicaraan.
Pertama yang terjadi adalah sapaan namanya. Kemudian berlanjut dengan sapaan namaku pastinya. Saling bertanya kabar dan mungkin kegiatan yang terjadi di meja kantor. Hidup berada di atap yang sama memungkinkan melakukan kegiatan yang sama. Ngomong-ngomong, kantor aku tipikal kantor dimana pekerjanya lebih sering terjun di lapangan daripada di mejanya masing-masing. Bahkan instan messaging merupakan salah satu wadah yang menjembatani komunikasi dan penyaluran gagasan ide kami. Rapat-rapat sering dilakukan pada tiap-tiap grup chatting kami. Untuk pribadi yang textrovert mungkin mereka akan menjadi pribadi yang lebih aktif dibandingkan dengan si pribadi lainnya. Dan jika kalian menebak aku adalah introvert, ya itu betul sekali. Aku lebih suka bertegur sapa antar muka dengan mempertanyakan suatu hal mengenai pekerjaan.
Dibilang wasting time, mungkin iya untuk sebagian orang. Namun tidak dengan aku. Aku lebih suka menyapa mereka dan berbincang dalam tentang suatu hal. Lebih sopan dirasa dan mereka lebih leluasa dengan tidak hanya memperbincangkan satu topik inti masalah. Bertegur sapa itu bukan hanya tentang sebuah kepentingan dirimu saja, namun ada kepentingan orang itu di dalam pekerjaanmu. Mengetahui keadaan teman, aku rasa itu lebih baik kedepannya. Lebih dari sekedar perbincangan dalam toilet saja. Namun aku ingin mengetahui pribadimu lebih kawan. Akhirnya aku mengetahui kenapa toilet menjadi tempat yang cukup menarik untuk jenis pribadi sepertiku. Kita makhluk sosial yang nyata dan kurasa bertegur sapa menjadi hal penting di masa kini.
Siang tadi bertemu dengan teman lain yang berbeda divisi di toilet kantor. Ada percakapan yang intens dan intim ketika berada di toilet. Menanyakan kegiatan pribadi mereka sampai pekerjaan kantor yang lebih menyenangkan dan luwes untuk dibicarakan di kamar mandi. Aneh memang. Bisa menghabiskan waktu setengah jam sendiri untuk bercakap dengan mereka dan rasanya sangat santai.
Berbeda rasanya bila berada di atas kursi dengan satu meja yang sama dengan mereka menyampaikan ide atau pendapat yang ada di kepala. Aku rasa toilet menjadi ruang tertutup untuk mengutarakan isi kepala secara terbuka. Aku akan berusaha menerjemahkan keasikan saat berada di toilet yang memperbincangkan sebuah pembicaraan.
Pertama yang terjadi adalah sapaan namanya. Kemudian berlanjut dengan sapaan namaku pastinya. Saling bertanya kabar dan mungkin kegiatan yang terjadi di meja kantor. Hidup berada di atap yang sama memungkinkan melakukan kegiatan yang sama. Ngomong-ngomong, kantor aku tipikal kantor dimana pekerjanya lebih sering terjun di lapangan daripada di mejanya masing-masing. Bahkan instan messaging merupakan salah satu wadah yang menjembatani komunikasi dan penyaluran gagasan ide kami. Rapat-rapat sering dilakukan pada tiap-tiap grup chatting kami. Untuk pribadi yang textrovert mungkin mereka akan menjadi pribadi yang lebih aktif dibandingkan dengan si pribadi lainnya. Dan jika kalian menebak aku adalah introvert, ya itu betul sekali. Aku lebih suka bertegur sapa antar muka dengan mempertanyakan suatu hal mengenai pekerjaan.
Dibilang wasting time, mungkin iya untuk sebagian orang. Namun tidak dengan aku. Aku lebih suka menyapa mereka dan berbincang dalam tentang suatu hal. Lebih sopan dirasa dan mereka lebih leluasa dengan tidak hanya memperbincangkan satu topik inti masalah. Bertegur sapa itu bukan hanya tentang sebuah kepentingan dirimu saja, namun ada kepentingan orang itu di dalam pekerjaanmu. Mengetahui keadaan teman, aku rasa itu lebih baik kedepannya. Lebih dari sekedar perbincangan dalam toilet saja. Namun aku ingin mengetahui pribadimu lebih kawan. Akhirnya aku mengetahui kenapa toilet menjadi tempat yang cukup menarik untuk jenis pribadi sepertiku. Kita makhluk sosial yang nyata dan kurasa bertegur sapa menjadi hal penting di masa kini.

Komentar
Posting Komentar