10.00 PM


Kalau judulnya galau pasti sudah bisa ditebak apa isi dari tulisan ini. Maafkan penulis yang amatir ini karena sifat aslinya sering sekali muncul yaitu mudah galau. Mudah terbawa emosi dan sensitive terhadap hal-hal di sekelilingnya yang seharusnya tidak menjadikan ia mellow ditambah riak-riak drama. Tapi ini lah nyatanya.

Ia terlihat kasar dan mandiri. Sosok yang sanggup berdiri tanpa seseorang disampingnya membantu mengendalikan angin. Mengendalikan angin, menahan hujan dan meredam api. Tapi nyatanya dia bukan Naruto. Dia rapuh dan membentengi diri agar tak lagi terlihat selemah itu untuk menghadapi kejahatan-kejahatan mangsa. Jadi mulai sekarang mari kita panggil si penulis amatir ini dengan sebutan ia.

Orang ketiga diantara kita dan aku takkan ragu untuk membeberkan semua rahasia yang kuketahui tentang dirinya. Ia ingin bercerita mungkin karena dalam ceritanya ada pengalaman sama yang mungkin saat ini kamu rasa. Ia ingin sekedar berbagi tentang keburukan dan berharap ada ilmu yang bisa kamu dapatkan.

Ia membuka IG story sebuah akun yang direkomendasikan dari kawannya. Kalian bisa cek untuk akun @nkcthi. Pada postingan tanggal 23 September 2018 pukul 22.00 WIB disitu tertulis seperti ini

“ mc
Selalu ada alasan dari setiap keputusan
Doa saya, semoga kemarahan dan ketakutan dapat segera tersembuhkan
Semoga gelisah segera tenang, yang mencari segera bertemu”

Postingan itu mengusik dan mengacu pada highlight “gak nikah”. Beberapa alasan orang terpampang. Dan memang sengaja diutarakan agar sang pengikut atau stalkernya bisa melihat apa yang sebenarnya menjadi prinsip yang mendasari tindakannya.

Dari highlight Instagram itu ia berfikir, mengapa tindakan yang mendasari pengambilan keputusan “gak nikah” tersebut hampir sama. Dari masa lalu yang dijadikan pengalaman dan berubah menjadi kabut hitam yang ia pun tak mau untuk melewatinya. Ia terlalu takut untuk menghadapi kenyataan bahwa tidak selalu dunia berlaku tidak adil. Ia marah dengan semua kenyataan mengapa hal itu terjadi pada dirinya. Padahal beribu orang jahat tercipta dan mereka merasakan lebih dari bahagianya.

Tidak selalu seseorang yang baik akan mendapatkan yang baik. Karena tuhan menciptakan surga untuk hambanya yang mampu melewati ujian. Ia mulai mengerti mengapa surga diciptakan dalam beberapa tingkat yang berbeda. Karena ujian setiap manusia tidak akan pernah sama. Namun satu yang belum ia mengerti, darimana ia bisa menemukan bahagianya?


Komentar

Postingan Populer